Hari ini aku memutuskan untuk menerima kenyataan dan menghadapinya. Sebegitu sulitnya pun tak masalah, rasanya sudah terlanjur basah. Ketika ku membuka mata dan menghadapinya aku sadar. Ternyata kita tak benar benar- sendirian. Tapi kita tak selamanya juga bersama- sama. Kata ayah kita hanya berjalan di sebuah rel kereta yang tak sengaja berpapasan. Di suatu masa kita beriringan hingga suatu hari kita berpisah dipersimpangan. Kata ayah itu hal yang biasa, suatu hari aku akan lelah dan hanya harus terus maju menyusuri rel kehidupan. Dulu aku bingung, Ayah selalu bilang hidup ini punya gerbong-gerbong yang berbeda. Dari tiap- tiapnya akan membawa kita ke stasiun yang berbeda, pemandangan yang berbeda juga akan mempertemukan kita dengan orang orang yang berbeda. Sampai akhirnya aku sadar bahwa selama ini aku sudah memilih gerbong tersebut. Tapi mengelak dan menutup mata. Jadi hari akan aku buk...
selamat datang diriku dimasa depan, ini adalah sedikit tumbuh kembang mentalmu yang terdokumentasikan secara abstrak dan seenaknya, semoga perjalananmu kedepan menyenangkan