Hari ini
aku memutuskan untuk menerima
kenyataan dan menghadapinya.
Sebegitu
sulitnya pun tak masalah, rasanya sudah terlanjur basah.
Ketika ku
membuka mata dan menghadapinya aku sadar.
Ternyata kita
tak benar benar- sendirian.
Tapi kita tak selamanya juga bersama- sama.
Kata ayah
kita hanya berjalan di sebuah rel kereta yang tak sengaja berpapasan.
Di suatu
masa kita beriringan hingga suatu hari kita berpisah dipersimpangan.
Kata ayah
itu hal yang biasa, suatu hari aku akan lelah dan hanya harus terus maju menyusuri rel
kehidupan.
Dulu aku bingung, Ayah selalu bilang hidup ini punya gerbong-gerbong yang berbeda.
Dari tiap- tiapnya
akan membawa kita ke stasiun yang berbeda, pemandangan yang berbeda juga akan mempertemukan kita dengan orang orang
yang berbeda.
Sampai akhirnya aku sadar bahwa selama ini aku sudah memilih gerbong tersebut. Tapi mengelak dan menutup mata.
Jadi hari akan aku buka mataku.
Menikmati perjalanan dan
menyusun rencana kedatanganku di stasiun untuk perjalananku selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar